Kamis, 30 Januari 2014

MERELAKANMU

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 06.01 0 komentar


Kamu mengenalkan namamu begitu saja, uluran tanganmu dan suara lembutmu berlalu tanpa pernah kuingat-ingat. Awalnya, semua berjalan sederhana. Kita bercanda, kita tertawa, dan kita membicarakan hal-hal manis; walaupun segala percakapan itu hanya tercipta melalui pesan singkat— BBM. Perhatian yang mengalir darimu dan pembicara manis kala itu hanya kuanggap sebagai hal yang tak perlu dimaknai dengan luar biasa.
Kehadiranmu membawa perasaan lain. Hal berbeda yang kamu tawarkan padaku turut membuka mata dan hatiku dengan lebar. Aku tak sadar, bahwa kamu datang memberi perasaan aneh. Ada yang hilang jika sehari saja kamu tak menyapaku melalui dentingan chat BBM. Setiap hari ada saja topik menarik yang kita bicarakan, sampai pada akhirnya kita berbicara hal paling menyentuh; cinta.
Kamu bercerita tentang mantan kekasihmu dan aku bisa merasakan perasaan yang kaurasakan. Aku berusaha memahami kerinduanmu akan perhatian seorang wanita. Sebenarnya, aku sudah memberi perhatian itu tanpa kauketahui. Mungkinkah perhatianku yang sering kuberikan tak benar-benar terasa olehmu? Aku mendengar ceritamu lagi. Hatiku bertanya-tanya, seorang pria hanya menceritakan perasaannya pada wanita yang dianggap dekat.
Aku bergejolak dan menaruh harap. Apakah kausudah menganggap aku sebagai wanita spesial meskipun kita tak memiliki status dan kejelasan? Senyumku mengembang dalam diam, segalanya tetap berjalan begitu saja, tanpa kusadari bahwa cinta mulai menyeretku ke arah yang mungkin saja tak kuinginkan.
Saat bertemu, kita tak pernah bicara banyak. Hanya sesekali menatap dan tersenyum penuh arti. Ketika berbicara di BBM, kita begitu bersemangat, aku bisa merasakan semangat itu melalui tulisanmu. Sungguh, aku masih tak percaya segalanya bisa berjalan secepat dan sekuat ini. Aku terus meyakinkan diriku sendiri, bahwa ini bukan cinta. Ini hanya ketertarikan sesaat karena aku merasakan sesuatu yang baru dalam hadirmu. Aku berusaha memercayai bahwa perhatianmu, candaanmu, dan caramu mengungkapkan pikiranmu adalah dasar nyata pertemanan kita. Ya, sebatas teman, aku tak berhak mengharapkan sesuatu yang lebih.
Aku tak pernah ingin mengingat kenangan sendirian. Aku juga tak ingin merasakan sakit sendirian. Tapi, nyatanya....
Perasaanku tumbuh semakin pesat, bahkan tak lagi terkendalikan. Siapakah yang bisa mengendalikan perasaan? Siapakah yang bisa menebak perasaan cinta bisa jatuh pada orang yang tepat ataupun salah? Aku tidak sepandai dan secerdas itu. Aku hanya manusia biasa yang merasakan kenyamanan dalam hadirmu. Aku hanya wanita yang takut kehilangan seseorang yang tak pernah aku miliki.
Salahku memang jika mengartikan tindakanmu sebagai cinta. Tapi, aku juga tak salah bukan jika berharap bahwa kamu juga punya perasaan yang sama? Kamu sudah jadi sebab tawa dan senyumku, aku percaya kautak mungkin membuatku sedih dan kamu tak akan jadi sebab air mataku. Aku percaya kamulah kebahagiaan baru yang akan memberiku sinar paling terang. Aku sangat memercayaimu, sangat! Dan, itulah kebodohan yang harus kusesali.
Ternyata, ketakutanku terjawab sudah, kamu menjauhiku tanpa alasan yang jelas. Kamu pergi tanpa ucapan pisah dan pamit. Aku terpukul dengan keputusan yang tak kausampaikan padaku, tapi pantaskah aku marah? Aku tak pernah jadi siapa-siapa bagimu, mungkin aku hanya persinggahan; bukan tujuan. Kalau kauingin tahu, aku sudah merancang berbagai mimpi indah yang ingin kuwujudkan bersamamu. Mungkin, suatu saat nanti, jika Tuhan izinkan, aku percaya kita pasti bisa saling membahagiakan.
Aku tak punya hak untuk memintamu kembali, juga tak punya wewenang untuk memintamu segera pulang. Masih adakah yang perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernah jadi tujuan? Tidak munafik, aku merasa kehilangan. Dulu, aku terbiasa dengan candaan dan perhatian kecilmu, namun segalanya tiba-tiba hilang menguap, bagai asap rokok yang hilang ditelan gelapnya malam.
Sesungguhnya, ini juga salahku, yang bertahan dalam diam meskipun aku punya perasaan yang lebih dalam dan kuat. Ini bukan salahmu, juga bukan kesalahannya. Tapi, tak mungkin matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu.
Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan, juga merelakan.

Kamis, 16 Januari 2014

MENGAIS MASALALU (DWITASARIDWITA)

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 00.05 0 komentar
Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu,
Memaksa ku tuk kembali menyentuh kenangan,
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau buat secara sengaja,
Seakan-akan sosokmu nyata,
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan,
Dalam kenangan kau seret aku perlahan,
Menuju masa yang harusnya aku lupakan,
Hingga aku kelelahan,
Hingga aku sadar bahwa aku sedang dipermainkan,
Inikah caramu menyakitiku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaan ku?
Apa dengan melihat tangisku itu berarti bahagia buat mu?
Apa dengan menorehkan luka dihatiku berarti kemenangan bagimu?
Siapa aku dimata mu?
Hingga begitu sulit engkau lepaskan aku dari jeratanmu,
Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?
Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti bayi-bayi?
Kapan kau ajari aku kebebasan?
Ajari aku untuk melupakan,
Meniadakan segala kecemasan,
Meniadakan segala kenangan,
Nyatanya derai air mataku hanya disebabkan oleh mu,
Ajari aku cara melupakan,
Sehingga aku lupa caranya menangis,
Sehingga aku lupa caranya meratap,
Karna aku selalu kenal air mata,
Aku hanya ingin tertawa,
Sehingga hati aku mati rasa akan luka...

Rabu, 15 Januari 2014

CERPEN SENANDUNG MALAM

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 06.48 0 komentar



Senandung malam
 Kejadian siang tadi membuat aku susah tidur. Malam ini aku ke taman dekat rumah yang ada di depan gerbang kompleks. Rintikan gerimis mengenai kulitku yang berwarna sawo matang, sedikit dingin tapi aku terus melanjutkan perjalananku dan berharap mala mini tak hujan.
Hampir tiapa hari aku mengunjungi taman ini. Taman yang tidak terlalu luas tapi disinilah aku menghabiskan waktu ketika aku sedang sedih. Kursi taman yang ada dibawah pohon besar yang entah pohon apa namanya menjadi tempat favoritku. Lampu taman yang menyala malam ini membuat suasana menjadi lengkap.
Tadi siang hubungan aku dengan seorang pria yang sangat aku cintai harus berakhir. Semua ini karena dia selingkuh dengan temanku sendiri. Sebenarnya aku tak ingin mengakhirinya tapi, semuanya harus kuterima meskipun ini tak adil bagiku. Aku pernah membaca sebuah buku jika kita mencintai seseorang kita harus bisa membahagiankannya meskipun kini kita tak bersamanya lagi.
Pria itu bernama Febrio. Panggilannya Rio. Dia adalah pria yang pertama kali membuatku jatuh cinta dan dari dialah aku belajar arti ketulusan. Pria yang mempunya karisma, berwibawa dan termasuk siswa teladan disekolah. Kami Satu sekolah tapi beda jurusan, aku jurusan IPS dan Dia jurusan IPA. Dulu, kami sering pulang sekolah bersama. Pernah suatu hari dijalan kami kehujanan, semua seragam sekolah dan tas kami basah. Berteduhpun percuma. Hari itu adalah hari yang paling indah, bahagia bersama orang yang sangat kusayang.
Semua tentangnya masih jelas terekam di benakku. Sampai aku berfikir “ Apakah Aku Bisa Melupakannya? “ entahlah, kuakan mencoba sekuatnya. “Tuhan, mengapa semuanya harus secepat ini? Aku sangat mencintainya, kembalikan dia padaku” kalimat itu selalu kuucapkan, mungkin sudah hamper duapuluh kali ku ucapkan ditaman ini.
Ransel yang berisi semua tentangnya kubuka perlahan, dengan sangat hati-hati. Aku tak tahu apakah aku akan sanggup melihatnya atau bahkan aku akan menangis. Barang pertama yang kupegang adalah bingkai foto. Foto kita berdua dengan raut wajah bahagia, tanpa ada fikiran untuk berpisah. Air mata ini jatuh mengenai bingkai foto itu. Ohh tuhan, aku tak sanggup melihat semuanya, sudah cukup bingkai foto itu.
Malam sudah larut. Angin ditaman ini semakin dingin kurasakan apalagi tadi sore hujan. Mata ini juga sudah merasakan kantuk. Tapi, niat untuk pulang kerumah tak ada. Aku masih betah dengan suasana taman yang sepi dan bintang yang bertaburan di langit. Detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam kuhabiskan dengan mengenang kisah aku dan Rio. Tak terasa aku sudah 4 jam ditaman ini. Beberapa saat kemudian aku bangkit dan bergegas pulang kerumah. Tak lupa pula tas kupun kubawa. Perjalanan pulang aku hanya berfikir, aku harus bisa bangkit dan tak bisa terus-menerus tenggelam di masa lalu.
Jam berwarna ungu di meja belajarku sudah menujukkan pukul 23.00. sebelum aku tidur aku menulis di sebuah kertas “Harus Move On” dan kertas itu aku tempelkan di note wall ku. Malam ini cukup panjang kulalui seorang diri. Kupejamkan mata dan berharap aku bisa melupakannya jika aku sudah membuka mata esok pagi


---Terimakasih Sudah Membaca---
---Kritik & Sarannya Sangat Bermanfaat---

Senin, 13 Januari 2014

Achmad Fauzy Adriansyah

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 18.30 0 komentar
ini nihh idola gw yang tempat tinggalnya deket, MnGnya juga pernah diadain dikota gw tapi, ada ajahh alasan ngga bisa ketemu--___--
Ahmad fauzi adriansyah demikian nama lengkap bocah berumur 14 th yang akrap dipanggil ozy. Ozy lahir di Sengkang pada tanggal 6 Desember 1998. Ia terlahir dari pasangan   Muh. Adyan SE dan Riyani Jumiati. dengan 3 dari 6 bersaudara. Ia tinggal di Komp.H.Kalla C1 / 86 Panaikang - Makassar Sulawesi Selatan.
 

Fatin Sidqia Lubis

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 03.33 0 komentar
Kedua : Fatin Sidqia Lubis
Nama Lengkapnya Fatin Siqia Lubis. Di Panggil Fatin. Pemenang X-Factor Ini Lahir Di Jakarta 30 Juli 1996 (16 tahun). nama ayahnya Bahari Lubis Dan Ibunya Nurseha. Fatin itu  3 bersaudara dg 2 adik laki-laki (Fadhil Irsyad Lubis (@fadhilirsyadl) dan Fadly Naufal Lubis). Nama Fanbasenya Fatinistic(Fatin Idol Saving The Incredible Characteristic) adalah sebuah komunitas yang dibuat untuk menapung seluruh fans fans Fatin Shidqia Lubis. Resmi di buat pada tanggal 25 Januari 2013 yang telah di Resmikan langsung oleh Fatin sendiri. Apa sih Fatinistic itu? Fatinistic sendiri yaitu FATIN Idol Saving The Incredible Characteristic yang arti nya Fatin adalah Idola Yang Menyimpan Karakteristik Yang Luar Biasa.
selama jadi Fatinistic Alhamdulillah, Aku Udah Pernah Ngelive, Iyaa waktu itu Belum jadi fatinistic resmi sihh, jadi ngga tau jadwal fatin. hari itu Pulang Sekolah aku malah main twitter, iyaaa.. nyari temen buat nemenin ke tempat manggung. tapi udah jam 15.00 ngga ada yang mau, terpaksa aku ke tempat knsernya sendiri ajah-,- pas sampe disana ternyata fatin udah nyanyiin 1 lagu:( udah dateng telat, ehh aku malah nye;ip mau ke barisan depan=D usahaku ngga sia* dongg !!

IDOLA GW !!

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 00.24 0 komentar
First : Iqbaale Dhiafakhri Ramadhan
Siapa Sihh yg nggak kenal Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan. salah satu personil Coboy Junior. Remaja kelahiran 28 Desember ini Anak kedua dari 2 Bersaudara. Dia orangnya baik, Ramah sama Fans, Soleh, Nurut ama Ortu pokoknya The Best Lah. Nama Fanbasenya SONIQ (Sobatnya Iqbaale)

Minggu, 12 Januari 2014

Ini Gw !!

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 23.53 0 komentar
Nama Gw Hera Fasira Isra, Dipanggil Hera. Gw anak Pertama Dari 3 Bersaudara. Gw Lahir Tanggal 08 July 1997. sekarang umur gw baru 16thn padahal gw pengen banget punya KTP---___---. Gw sekolah di SMKN 1 Polewali Kelas XI Akuntansi 3(Kelas Yang Ngga Ada Kata Kerennya). kalo mau cerita ttng sekolah, ceritanya bakalan panjanggggg.... bangett !! ohh yahh, gw itu agak oon-,- kalo disuruh ini kerjanya itu=D makanya kalo disuruh ngapa*in harus Foku&Konsentrasi takut salah soalnyaxD.
kalo ada yg mau ngasih kado(Belagak Artis=D) ini Clunya :
  • Suka Warna Ungu
  • Suka Boneka Doraemon&Lotso
  • Suka bangitz sama Menara Eiffle, pokoknya All About Paris
Gw tinggal Di Jl.Cendana No.1 Blok A1, Polewali Mandar

ChakraOzy-Ya Cuma Kamu

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 22.51 0 komentar

Ya Cuma Kamu


heyy kamuu...
tak henti mata ini
memandang indah pesona mu
kau kah itu sosok yang ku tunggu

hey kamu
berdebar jantung ini
saat kau tampak menatapku
memang kamu gadis impianku

seolah ku tak pernah ku bertemu
sosok indah dan sempurna
dan kini kau ada tepat dihadapanku
cantik luar biasaaa..

kamu kamu ya cuma kamu
yang bisaaa membuatku terpana
ohh asmaraa
aku yang dulu galau melulu

kamu kamu ya cuma kamu
yang bisa membuat wajahku merona
akuuu yang dulu jomblo melulu
jatuh cintaa

hey kamu
berdebar jantung ini
saat kau tampak menatapku
memang kamu gadis impianku

seolah ku tak pernah ku bertemu
sosok indah dan sempurna
dan kini kau ada tepat dihadapanku
cantik luar biasaaa..

kamu kamu ya cuma kamu
yang bisaaa membuatku terpana
ohh asmaraa
aku yang dulu galau melulu

kamu kamu ya cuma kamu
yang bisa membuat wajahku merona
akuuu yang dulu jomblo melulu
jatuh cintaa

kamu kamu ya cuma kamu
yang bisaaa membuatku terpana
ohh asmaraa
aku yang dulu galau melulu

kamu kamu ya cuma kamu
yang bisa membuat wajahku merona
akuuu yang dulu jomblo melulu
jatuh cintaa

 

Hera Fasira Isra Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review