Selasa, 23 Desember 2014

Manfaat Color Run

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 01.29 0 komentar
Mengikuti ajang olahraga yang menyenangkan memiliki dampak positif untuk tubuh Anda.

Menurut Roslina Verauli, M. Psi, psikolog di RS Pondok Indah dan PacHealth, konsultan ahli Women’s Health Indonesia, mengisi waktu luang dengan olahraga yang menghibur secara mental dan fisik dapat membuat Anda lebih relaks.

“Di saat Anda merasakan emosi baik, kepercayaan diri akan muncul. Pikiran berubah menjadi lebih optimis, dan yang paling penting melibatkan energi di level yang paling tinggi,” terang Roslina.

“Dengan rutin mengikuti kegiatan bertema fun, lama-kelamaan Anda punya kesempatan untuk melatih peak performance. Ini karena yang awalnya iseng mengisi waktu dengan olahraga, akhirnya justru menjadi candu. Dan bukan tidak mungkin Anda akan ‘naik kelas’ menjadi pelari serius,” tambahnya.

Dampak positif lainnya? Ambang toleransi stres Anda akan menjadi lebih besar. Jadi Anda tidak gampang emosi.

Selasa, 09 Desember 2014

Tips dan Cara Mewarnai Rambut Ombre / Gradasi Sendiri

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 19.30 0 komentar


Ombre - Teknik pewarnaan rambut gradasi atau yang popular dengan sebutan ombre hair telah mendunia. Tidak hanya kalangan selebritis atau model saja yang mencobanya, namun semua orang yang sangat suka berekperimen dengan warna rambut esktrim.



Nah, Tips kali ini untuk kamu yang ingin mewarnai rambut dengan teknik gradasi atau ombre :
1. Menerapkan gaya rambut ombre pada rambut Asia tidak berbeda dengan jenis rambut lain. Agar rambut ombre terlihat sempurna yang perlu di perhatikan adalah keserasian dengan warna kulit dan alis mata. Kulit yang putih seperti Kaukasia cocok menggunakan warna apa saja. Tapi untuk kulit Asia, harus lebih hati-hati dalam memilih warna rambut, kecuali kalo kamu memang benar-benar menyukai sesuatu yang “gila” atau ekstrim dan tidak takut terlihat buruk.

2. Sebelum kamu menemukan warna yang tepat untuk warna kulitmu, gunakanlah hair chalk terlebih dahulu. Karena Hairchalk pewarna rambut yang bersifat sementara dan akan hilang setelah mencuci rambut. Jadi nggak perlu cat berulang kali jika kamu salah warna.


3. Mewarnai rambut nggak hanya membuat tampilan lebih fashionable, tapi juga membuat rambut terlihat bervolume. Hal ini terjadi karena ada gradasi antara warna gelap dan terang, sehingga rambut memilki beberapa tingkatan warna.


4. Untuk mendapatkan hasil rambut gradasi yang oke dan nggak kaku, kamu dapat menggunakan lebih dari satu warna. Pemilihan warnanya pun harus tepat dan yang pasti sesuai dengan karakter yang di inginkan.


5. Untuk proses pewarnaan teknik gradasi ini membutuhkan waktu berjam-jam. Proses bleaching dan langkah-langkah pewarnaan rambut ini pastinya akan membuat rambut rapuh dan rusak. Semuanya tergantung pada kekuatan rambut yang anda miliki.



Untuk yang mau mencobanya sendiri dirumah dengan Hair Chalk, berikut caranya

Alat yang dibutuhkan: 
  1. Air 
  2. Hair chalk dengan 3 warna atau lebih sesuai yang kamu inginkan.
Cara: 
  1. Basahi rambut dengan sedikit air.
  2. Lalu bagi rambut menjadi beberapa bagian kecil, kemudian pelintir rambut hingga ketat.
  3. Aplikasikan hair chalk pada rambut dengan cara mewarnai rambut yang telah dipelintir.
  4. Kamu bisa mengaplikasikan 3 warna sekaligus secara bergantian dengan metode warna gelap ke warna terang. Warna terang harus terletak di ujung rambut agar terjadi gradiasi warna.
  5. Kamu bisa padukan berbagai gaya rambut dengan ombre ini, seperti dengan braid, ponytail atau messy hair. Let’s rock the party!








Teknik ombre bisa dilakukan untuk semua jenis rambut, baik yang panjang, medium, atau bahkan pendek. Pria yang berambut spiky pun bisa menerapkan teknik semir sepatu dengan memberi warna terang di ujung rambut.

Teknik ombre nature lebih membuat rambut tampil alami, karena warna dasarnya satu tone dengan ombre untuk warna ujung rambut. Misalnya warna dasar tembaga dan ujungnya copper, yang sama-sama gelap.


"Semoga Blog Ini Bisa Membantu"

Senin, 08 Desember 2014

Happy Birthday Ozy 16th And Happy Anniv FZ

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 04.04 0 komentar


Haloo Gaes :)
tanggal 6 Desember 2014 Yang Lalu ultah Ozy Lohh yang ke 16tahun \=D/ yeyeeyeyye
 Waaah Ozy makin tua yah FZ :D di twitter lagi rame pake hastag #16thOzy  #Anniv5thFZ dan Avanya juga sama. Cieee FZ makin hari makin Kompak.

Ini Avatar Twitter FZ ;)

 


Oiya, Ozy kan Ultah nih, yang pastinya ada istilah kado/hadiah/gifts heheh..
Aku belum bias ngasih ozy berupa barang, insyaallah nanti kalo udah kerumahnya baru ngasih Ozy hadiah :)..
padahal baru bellajar ngedoodle langsung ngasi ini :v Ini buat Ozy di Umurnya yang ke 16th





 bukan cuma dari Fz Loh, dari teman2 ozy & keluarga juga kasi suprprise tapi surprisenya gagal :D heheh


Quest : Di kasi suprise gak zy? Ceritain dong sekalian pap nya
 
Ozy : "Jadi pas hari jumat malam saya cepet tidur soalnya emg capek bgt dan ngira kalo dikasi surprise bakalan kaget nantinya hahahaha tp malah kegeeran dan malah gaada surprise-_-
Sampe bsknya pas ultah pada ngucapin kan tuh di socmed dimana mana temen keluarga sm fz. Sampe sekolah juga diucapin sm temen temen, nah habis uas saya lgsg rapat di sekolah dan kejebak ujan jd pulangnya lama. Habis rapat sekitar set5an tmn sy wwn ada di kfc jd saya nyusul disana, nah habis itu duduk duduk nge teh dan jam set6an balik rumah sampe saat itupun udah gaada firasat atau feeling mau dikasih surprise soalnya udh tengah hari dan takut ke geeran jd yaudahlah hahahahhahahahahahah. Lanjut ya, Nyampe rmh lgsg mandi trus ganti baju trus ke kamar denger lagu. Galama kemudian saya keluar kamar jam 8an dan ada adek saya namanya adin lari dr luar trus bilang 'bu, bu, ada balon diluar ada ulang tahun kk ozy' hahahhaa jd ketahuan dan ternyata ada surprise. Jd udah kan tiup lilin potong kue foto foto, trus yg ngasih surprise udah pada mau balik jd saya nganterin sampe depan nah pas di depan malah ditahan trus diiket di pohon abis itu di cemongin pake telor tepung dl, yg ini bener bener gakepikiran sama sekali hahaha
Pokoknya makasih banyak buat yg ngucapin sm doain makasih banyaaak"




Ozy sampe diiket di pohon lohh, kasihan sikece itu :D tapi ngga apa2kan zy, sekali setahun heheh 
 

Kamis, 30 Januari 2014

MERELAKANMU

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 06.01 0 komentar


Kamu mengenalkan namamu begitu saja, uluran tanganmu dan suara lembutmu berlalu tanpa pernah kuingat-ingat. Awalnya, semua berjalan sederhana. Kita bercanda, kita tertawa, dan kita membicarakan hal-hal manis; walaupun segala percakapan itu hanya tercipta melalui pesan singkat— BBM. Perhatian yang mengalir darimu dan pembicara manis kala itu hanya kuanggap sebagai hal yang tak perlu dimaknai dengan luar biasa.
Kehadiranmu membawa perasaan lain. Hal berbeda yang kamu tawarkan padaku turut membuka mata dan hatiku dengan lebar. Aku tak sadar, bahwa kamu datang memberi perasaan aneh. Ada yang hilang jika sehari saja kamu tak menyapaku melalui dentingan chat BBM. Setiap hari ada saja topik menarik yang kita bicarakan, sampai pada akhirnya kita berbicara hal paling menyentuh; cinta.
Kamu bercerita tentang mantan kekasihmu dan aku bisa merasakan perasaan yang kaurasakan. Aku berusaha memahami kerinduanmu akan perhatian seorang wanita. Sebenarnya, aku sudah memberi perhatian itu tanpa kauketahui. Mungkinkah perhatianku yang sering kuberikan tak benar-benar terasa olehmu? Aku mendengar ceritamu lagi. Hatiku bertanya-tanya, seorang pria hanya menceritakan perasaannya pada wanita yang dianggap dekat.
Aku bergejolak dan menaruh harap. Apakah kausudah menganggap aku sebagai wanita spesial meskipun kita tak memiliki status dan kejelasan? Senyumku mengembang dalam diam, segalanya tetap berjalan begitu saja, tanpa kusadari bahwa cinta mulai menyeretku ke arah yang mungkin saja tak kuinginkan.
Saat bertemu, kita tak pernah bicara banyak. Hanya sesekali menatap dan tersenyum penuh arti. Ketika berbicara di BBM, kita begitu bersemangat, aku bisa merasakan semangat itu melalui tulisanmu. Sungguh, aku masih tak percaya segalanya bisa berjalan secepat dan sekuat ini. Aku terus meyakinkan diriku sendiri, bahwa ini bukan cinta. Ini hanya ketertarikan sesaat karena aku merasakan sesuatu yang baru dalam hadirmu. Aku berusaha memercayai bahwa perhatianmu, candaanmu, dan caramu mengungkapkan pikiranmu adalah dasar nyata pertemanan kita. Ya, sebatas teman, aku tak berhak mengharapkan sesuatu yang lebih.
Aku tak pernah ingin mengingat kenangan sendirian. Aku juga tak ingin merasakan sakit sendirian. Tapi, nyatanya....
Perasaanku tumbuh semakin pesat, bahkan tak lagi terkendalikan. Siapakah yang bisa mengendalikan perasaan? Siapakah yang bisa menebak perasaan cinta bisa jatuh pada orang yang tepat ataupun salah? Aku tidak sepandai dan secerdas itu. Aku hanya manusia biasa yang merasakan kenyamanan dalam hadirmu. Aku hanya wanita yang takut kehilangan seseorang yang tak pernah aku miliki.
Salahku memang jika mengartikan tindakanmu sebagai cinta. Tapi, aku juga tak salah bukan jika berharap bahwa kamu juga punya perasaan yang sama? Kamu sudah jadi sebab tawa dan senyumku, aku percaya kautak mungkin membuatku sedih dan kamu tak akan jadi sebab air mataku. Aku percaya kamulah kebahagiaan baru yang akan memberiku sinar paling terang. Aku sangat memercayaimu, sangat! Dan, itulah kebodohan yang harus kusesali.
Ternyata, ketakutanku terjawab sudah, kamu menjauhiku tanpa alasan yang jelas. Kamu pergi tanpa ucapan pisah dan pamit. Aku terpukul dengan keputusan yang tak kausampaikan padaku, tapi pantaskah aku marah? Aku tak pernah jadi siapa-siapa bagimu, mungkin aku hanya persinggahan; bukan tujuan. Kalau kauingin tahu, aku sudah merancang berbagai mimpi indah yang ingin kuwujudkan bersamamu. Mungkin, suatu saat nanti, jika Tuhan izinkan, aku percaya kita pasti bisa saling membahagiakan.
Aku tak punya hak untuk memintamu kembali, juga tak punya wewenang untuk memintamu segera pulang. Masih adakah yang perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernah jadi tujuan? Tidak munafik, aku merasa kehilangan. Dulu, aku terbiasa dengan candaan dan perhatian kecilmu, namun segalanya tiba-tiba hilang menguap, bagai asap rokok yang hilang ditelan gelapnya malam.
Sesungguhnya, ini juga salahku, yang bertahan dalam diam meskipun aku punya perasaan yang lebih dalam dan kuat. Ini bukan salahmu, juga bukan kesalahannya. Tapi, tak mungkin matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu.
Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan, juga merelakan.

Kamis, 16 Januari 2014

MENGAIS MASALALU (DWITASARIDWITA)

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 00.05 0 komentar
Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu,
Memaksa ku tuk kembali menyentuh kenangan,
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau buat secara sengaja,
Seakan-akan sosokmu nyata,
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan,
Dalam kenangan kau seret aku perlahan,
Menuju masa yang harusnya aku lupakan,
Hingga aku kelelahan,
Hingga aku sadar bahwa aku sedang dipermainkan,
Inikah caramu menyakitiku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaan ku?
Apa dengan melihat tangisku itu berarti bahagia buat mu?
Apa dengan menorehkan luka dihatiku berarti kemenangan bagimu?
Siapa aku dimata mu?
Hingga begitu sulit engkau lepaskan aku dari jeratanmu,
Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?
Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti bayi-bayi?
Kapan kau ajari aku kebebasan?
Ajari aku untuk melupakan,
Meniadakan segala kecemasan,
Meniadakan segala kenangan,
Nyatanya derai air mataku hanya disebabkan oleh mu,
Ajari aku cara melupakan,
Sehingga aku lupa caranya menangis,
Sehingga aku lupa caranya meratap,
Karna aku selalu kenal air mata,
Aku hanya ingin tertawa,
Sehingga hati aku mati rasa akan luka...

Rabu, 15 Januari 2014

CERPEN SENANDUNG MALAM

Diposting oleh HERA FASIRA ISRA di 06.48 0 komentar



Senandung malam
 Kejadian siang tadi membuat aku susah tidur. Malam ini aku ke taman dekat rumah yang ada di depan gerbang kompleks. Rintikan gerimis mengenai kulitku yang berwarna sawo matang, sedikit dingin tapi aku terus melanjutkan perjalananku dan berharap mala mini tak hujan.
Hampir tiapa hari aku mengunjungi taman ini. Taman yang tidak terlalu luas tapi disinilah aku menghabiskan waktu ketika aku sedang sedih. Kursi taman yang ada dibawah pohon besar yang entah pohon apa namanya menjadi tempat favoritku. Lampu taman yang menyala malam ini membuat suasana menjadi lengkap.
Tadi siang hubungan aku dengan seorang pria yang sangat aku cintai harus berakhir. Semua ini karena dia selingkuh dengan temanku sendiri. Sebenarnya aku tak ingin mengakhirinya tapi, semuanya harus kuterima meskipun ini tak adil bagiku. Aku pernah membaca sebuah buku jika kita mencintai seseorang kita harus bisa membahagiankannya meskipun kini kita tak bersamanya lagi.
Pria itu bernama Febrio. Panggilannya Rio. Dia adalah pria yang pertama kali membuatku jatuh cinta dan dari dialah aku belajar arti ketulusan. Pria yang mempunya karisma, berwibawa dan termasuk siswa teladan disekolah. Kami Satu sekolah tapi beda jurusan, aku jurusan IPS dan Dia jurusan IPA. Dulu, kami sering pulang sekolah bersama. Pernah suatu hari dijalan kami kehujanan, semua seragam sekolah dan tas kami basah. Berteduhpun percuma. Hari itu adalah hari yang paling indah, bahagia bersama orang yang sangat kusayang.
Semua tentangnya masih jelas terekam di benakku. Sampai aku berfikir “ Apakah Aku Bisa Melupakannya? “ entahlah, kuakan mencoba sekuatnya. “Tuhan, mengapa semuanya harus secepat ini? Aku sangat mencintainya, kembalikan dia padaku” kalimat itu selalu kuucapkan, mungkin sudah hamper duapuluh kali ku ucapkan ditaman ini.
Ransel yang berisi semua tentangnya kubuka perlahan, dengan sangat hati-hati. Aku tak tahu apakah aku akan sanggup melihatnya atau bahkan aku akan menangis. Barang pertama yang kupegang adalah bingkai foto. Foto kita berdua dengan raut wajah bahagia, tanpa ada fikiran untuk berpisah. Air mata ini jatuh mengenai bingkai foto itu. Ohh tuhan, aku tak sanggup melihat semuanya, sudah cukup bingkai foto itu.
Malam sudah larut. Angin ditaman ini semakin dingin kurasakan apalagi tadi sore hujan. Mata ini juga sudah merasakan kantuk. Tapi, niat untuk pulang kerumah tak ada. Aku masih betah dengan suasana taman yang sepi dan bintang yang bertaburan di langit. Detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam kuhabiskan dengan mengenang kisah aku dan Rio. Tak terasa aku sudah 4 jam ditaman ini. Beberapa saat kemudian aku bangkit dan bergegas pulang kerumah. Tak lupa pula tas kupun kubawa. Perjalanan pulang aku hanya berfikir, aku harus bisa bangkit dan tak bisa terus-menerus tenggelam di masa lalu.
Jam berwarna ungu di meja belajarku sudah menujukkan pukul 23.00. sebelum aku tidur aku menulis di sebuah kertas “Harus Move On” dan kertas itu aku tempelkan di note wall ku. Malam ini cukup panjang kulalui seorang diri. Kupejamkan mata dan berharap aku bisa melupakannya jika aku sudah membuka mata esok pagi


---Terimakasih Sudah Membaca---
---Kritik & Sarannya Sangat Bermanfaat---
 

Hera Fasira Isra Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review